Sabtu, 03 Agustus 2019

Gowes ke Pulau Kemaro


“Bicycle races are coming your way, so forget all your duties, oh yeah~”
Queen- Bicycle race
.
.
.
Hallo Semua,
Bulan lalu saya dan teman-teman satu komunitas sepeda di Palembang melakukan trip ke Pulau Kemaro. Seperti biasa jadwal kita gowes adalah minggu pagi, tapi kali ini kami memilih untuk gowes ke pulau kemaro, yah mungkin karena cari suasana baru setelah penat dengan pekerjaan dari senin – jum’at. But anyway ternyata kami yang orang Palembang ini, juga ada yang belum pernah ke Pulau Kemaro. Jadilah dari rumah, kami start dari jam 06.00 pagi untuk gowes sampai ke dermaga penyebrangan menuju pulau kemaro. 
 
Buat kalian yang belum pernah denger,  Pulau Kemaro adalah salah satu destinasi wisata yang ada di kota Palembang. Terletak di delta sungai musi , sekitar 6 Km dari jembatan ampera. Akses menuju kesana biasanya transportasi air , hanya pada saat perayaan “Cap Go Meh” ada jembatan yang dibuka menuju pulau kemaro. Letaknya di daerah industri, yaitu diantara pabrik PT. Pupuk Sriwijaya dan PT. Pertamina. Di pulau kemaro terdapat vihara cina (klenteng Hok Tjing Rio), selain itu terdapat juga kuil Budha yang sering dikunjungi oleh umat budha untuk beribadah. Pulau Kemaro diberi nama demikian karena walaupun sungai musi sedang pasang, pulau ini tidak pernah terkena dampak banjir atau air pasang (selalu kering). Daya tarik pulau kemaro ada pada pagoda 9 tingkat yang terletak di tengah-tengah pulau kemaro. Yah kurang lebih itu sedikit tentang pulau kemaro.

Pulau Kemaro
view PT. Pupuk Sriwijaya dari pulau kemaro
Legenda pulau kemaro, boleh percaya boleh enggak sih
Start dari pagi sekali kemudian mulai gowes kurang lebih 12 Km sampai ke dermaga, dari kampung kapitan kami naik boat untuk menuju ke pulau kemaro. Apa kabar dengan sepedanya? Tentu sepedanya tetap diajak naik ke atas boat dong. Setelah nego dengan si bapak pengendara boat, akhirnya deal harga sewa boat PP Rp. 150.000,-. Perjalanan dari dermaga ke pulau kemaro menempuh kurang lebih 40 menit. Selama 40 menit tentu kami disuguhkan dengan pemandangan khas kota Palembang dari view sungai musi, kami melewati jembatan ampera yang menjadi icon kota Palembang. Kemudian , kami juga melewati jembatan musi IV yang baru dibangun akhir tahun 2018 kemarin. For Your Information, jembatan musi IV dibangun untuk mengurangi kemacetan kota Palembang dari daerah ilir ke daerah ulu. Daerah Ilir dan Ulu dipisahkan oleh sungai musi yang biasanya bisa di akses lewat jembatan ampera. Saat ini titik kemacetan kota Palembang dari daerah ilir ke ulu sudah bisa dikurangi dengan adanya  jembatan musi IV ini dan juga dengan adanya pembangunan LRT (tepat disamping jembatan ampera) yang bisa digunakan untuk transportasi umum alternatif menuju ke daerah ulu.  Daerah ilir biasanya dikenal dengan seberang ilir, di wilayah ini terdapat pusat pemerintah kota dan provinsi. Relatif lebih maju bila dibandingkan dengan seberang ulu (daerah ulu), namun saat ini pemerintah kota dan provinsi sudah mulai membangun daerah seberang ulu agar tidak terdapat ketimpangan yang terlalu banyak lagi, salah satunya akses menuju kesana lebih variatif.

sepedanya juga ikutan naik boat 
Here we are... Pulau Kemaro
jangan lupa foto di depan pagoda ini, icon-nya pulau kemaro
Terakhir saya ke pulau kemaro adalah tahun 2006, sudah banyak sekali perubahan dari tahun 2006. Kalo kalian ingin piknik atau berlama-lama bersantai di pulau kemaro tidak usah takut kelaparan. Karena sekarang sudah banyak orang-orang yang berjualan disana. Disana juga ternyata ada sewa sepeda untuk kalian yang mau berkeliling pulau kemaro. (Kalo harga sewanya kemarin lupa tanya karena kita bawa sepeda sendiri,hehe). Yang jelas pulau kemaro sekarang lebih terawat dibandingkan dengan pertama kali saya kesana. Buat turis lokal bisa juga beli souvenir kota Palembang disini, karena sudah tersedia beragam pernak-pernik lucu dijual disini. Oh iyaah… pada saat kalian mampir ke pulau kemaro jangan lupa untuk foto di depan pagoda 9 tingkat yang jadi icon nya pulau kemaro. Kalian bisa foto sendiri dengan kamera handphone masing-masing, tapi gak ada salahnya juga untuk bantuin babang tukang foto lokal disana cari rejeki. Selembar foto Cuma RP. 10.000,- dan langsung dicetak. Bisa jadi kenang-kenangan kan.  
Souvenir disini juga udah ada yang jual, saya juga kaget sih padahal masih pagi banget.

Puas main-main di pulau kemaro, karena hari sudah cukup siang akhirnya kami langsung memutuskan untuk pulang. Eitss, tapi ritual yang gak pernah boleh ketinggalan adalah wisata kuliner. Biar ada tenaga yang cukup buat gowes 10 Km lagi, sepiring laksan cukup lah buat amunisi buat gowes sampe ke rumah. By the way, saya bersyukur bisa ketemu komunitas sepeda ini di kota Palembang dan deket banget meeting point nya dari rumah. haha

Ternyata gowes itu banyak manfaatnya loh gaes, bukan sekedar olah raga aja selain kita dapet sehat, kita juga bisa dapet fun – nya. Seperti halnya olah raga lainnya, bersepeda juga bisa menurunkan tingkat stress, menambah tingkat konsentrasi dan fokus kita, menurunkan resiko kanker dan diabetes, menyehatkan tulang, mengatasi insomnia dan yang penting adalah meningkatkan kekuatan otot.

Hayooo.. masih mikir buat olahraga? Your body is your lifetime investment. Lets gowes!

Regards,
FA

CEGAH KERUGIAN DENGAN ASURANSI KENDARAAN

S eiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia yang berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah kendaraan,...