Sabtu, 07 Oktober 2017

HOME

Home..
What are you thinking about home? Home is not about the building that you’re living. For me, Home means Comfortable. A home is a feeling. Feeling comport and feeling love.

You can make home is everywhere wherever you’re in the place that you wander. In your home town, you can easily feel home. You still have your family near you that loving you so much. Everyday you can share your time, your stories, or anything with your family, friends or kinda chum. But, If you are in other city which no body you know before and you’re not with your family or friends.  At first, you should build the “home” again from the first step that you were built in.  Taking the first step sometimes is the hardest thing to do.  But the important thing that you should do is action. When you’re in other city may be you feel like stranger, but you should remember this clearly that your journey till you can touch down in that city kinda adventure, guys! This is your life, the story of your life is made by you, So does the home.

source photo : Google

source photo : google

You can make your zone or room is like yours in your home town. Make it so comfortable, or something that you feel you’re in your zone. Fulfill your necessary completely like you’re in home. Make it the smell nice! The Aroma therapy not only make you feel comfort but also boost your mood. At least you feel there’s no big difference between you in your home town.

After that, the most important thing is making friends. Friends is like your family when you’re far from home. May be joining the new community in that city can help you to find friends that having the same passion with you. You can search this kind community via internet (search by search engine). For example, If you’re joining  being a volunteer make you feel grateful with your condition. 

You should remember that if you live in big city, you’ll find people that not really friendly like in small city (especially in Indonesia). Living in big city that having big chance to be stressed out, because of the traffic jam, multi culture, so much people live with variety background in that city. So you can’t think that the character of every city is the same. You should receive every particular the differences, Bhinneka Tunggal Ika. Our country is containing from most of the differences namely religion, habit, tradition, tribe, etc. Let the heart controls the situation, not conversely.

Walk the next door and meet the neighbor! Getting familiar with surrounding area and meeting with some of neighbor is also helping you to feel like home. Neighbor is not only 3 persons where is from your house but 40 houses in front of, behind, left and right (have you ever listen the means of neighbor when you’re learning basic Islamic in your elementary school? 😂)

Keep in touch with the love One, Don’t forget to call or may be send message to the person that you love (Parents, Family or Chum) everyday. Share and telling story not only when you’re near with them. Technology nowadays can draw closer which is far from you. Gratitude for technology!!
Dare to explore the city alone! If you seldom go out alone, you must try this when you’re far from “home”. You never feel that it will kinda interesting and exciting. You can feel get lost and sometimes you can find what’s the real your aim in life.

Make food home made, You don’t have to buy instant food like pizza, burger, or any junk foods. Even if you just cook with limited tools for cooking, but it’s worth it.

Actually, home is in heart, you can feel home everywhere. As foreigner in the world, the real home for us being a human is in hereafter. Basicly , we for sure are going back to our Creator , Allah SWT.  Anything that happen to us is allowed by God, never feel you’re alone. Be your house as home. The condition is neutral, we absolutely can control the condition. If you want your home is really being “home”, means you’re alive.

So, could you tell me what is the meaning home for your version? And How is making everywhere being “home”?


Regards,
-FA-


source photo : PC



Selasa, 22 Agustus 2017

Menguak Mitos dan Fakta Pendakian via Medis Bersama Dengan RS Firdaus

Hallo Semua..

Akhir - akhir ini kan lagi santer trendnya buat travelling, biasanya hunting foto - foto kece jadi salah satu alasan para traveller untuk melakukan pendakian. 
Di sebuah acara klub buku dan blogger Backpacker Jakarta yang bekerja sama dengan RS Firdaus yang saya ikuti tanggal 20 Agustus 2017 kemarin tepatnya di Casapatsong's Kitchen, diadakan diskusi santai yang akan membahas tentang mitos dan juga fakta pendakian. Kali ini bersama RS Firdaus akan membahas hal ini dari sisi medis.

Acara ini dimoderatori oleh Mba Nisa (Marketing Manager RS Firdaus). Yang menjadi speaker  di acara ini antara lain
-         dr. Ridho Adriansyah (Beliau adalah spesialis penyakit dalam RS Firdaus),
-    Harley B Sastra (Penggiat Alam, Penulis, dan Pemerhati Konservasi Alam dari Federasi Mountaineering Indonesia)
-         Tyo Survival (Eks Host Survival, Jejak Petualang, dan Co Host Berburu di Trans 7)
-         Siti Maryam (Survivor 4 hari 3 malam di Rinjani)
-         Edi M Yamin (Foauder Backpacker Jakarta)

Guys, selain diskusi,  pada awal acara kita juga difasilitasi untuk melakukan cek  golongan dan kadar gula secara gratis loh oleh RS Firdaus.



 Sebelumnya kita kenalan dulu nih saya RS Firdaus yang kece banget kasih penjelasan panjang lebar tentang topik ini.

Asal mula didirikannya RS Firdaus ini bermula dari tempat praktek dokter umum (dr. Bahtiar Husain) tahun 1995 yang beralamat di Jl Siak No 14 Sukapura, Jakarta Utara. Karena peminat klinik ini semakin banyak akhirnya dr. Bahtiar Husain mengajak rekan - rekan dokternya untuk membuka “KLINIK FIRDAUS” pada tanggal 7 April 1998. Dari dulu, terbukti bahwa RS Firdaus sudah melayani sepenuh hati dengan membuka jasa pelayanan 24 jam.
Seiring dengan berjalannya waktu, pasien terbanyak yang datang berobat di klinik ini adalah pasien PARU, dimana spesifikasi penyakit yang datang seperti infeksi saluran nafas atas, TBC paru, pneumonia, penyakit paru obstruksi khronik, asma dan kanker paru. Oleh karena itu, arah pengembangan Klinik Firdaus ini lebih kearah pelayanan paru. Kemudian karena tuntutan dari pasien yang banyak, dr Bahtiar Husein ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan spesialiasinya  di bidang paru di fakultas kedokteran Indonesia. Akhirnya dengan perjuangan yang tidak mudah, RS FIRDAUS di launching pada 28 Mei 2011.

Visi dan Misi RS FIRDAUS

Visi    :         Menjadikan tempat rujukan pernafasan di Jakarta

Misi   :        

-  Memberikan pelayanan secara professional sesuai dengan standard Akreditasi Nasional.
-        Menyediakan fasilitas pelayanan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.
-  Menyediakan fasilitas layanan unggulan yang mampu berfungsi sebagai pusat rujukan di Jakarta dalam bidang pelayanan respiratorydan pendukungnya
-  Menggalang kemitraan regional dan internasional dengan industri kesehatan lainnyauntuk mengembangkan pelayanan sesuai perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran.

Tekad RS FIRDAUS adalah mewujudkan Rumah Sakit Unggulan paru dengan segmen pasar lebih ke lapisan masyarakat bawah dan berfokus pada Pelayanan Terbaik BPJS. Dan juga mengedepankan “ Profesionalisme yang berjiwa pengabdian”.

Deskripsi di atas semoga bisa memberikan gambaran tentang RS Firdaus ya, jika ingin tahu lebih banyak tentang RS Firdaus bisa klik kesini https://rsfirdaus.wordpress.com yah.  

Base on dr. Ridho Adriansyah, kadang – kadang ada beberapa mitos yang sering berkembang di kalangan masyarakat pada saat naik gunung, berikut adalah penjelasan beliau dari sisi medis.
Pada saat naik gunung penderita hypothermia sering dikira kesurupan. Padahal dari sisi medis, suhu dingin yang kadang ekstrim tidak bisa beradaptasi dengan semua manusia. Akibatnya kadang para pendaki bisa terkena hypothermia pada saat pendakian.
Wanita tidak disarankan naik gunung pada saat haid. Dari sisi medis, pendakian sampai dengan ketinggian 3500 mdpl menyebabkan atmosfer tipis dan oksigen otomatis berkurang. Pada saat sedang haid, darah haid menyebabkan penurunan Hb pada tubuh wanita sehingga untuk mengikat oksigen didataran tinggi dibutuhkan Hb yang lebih banyak. Oleh karena itu, gejala yang timbul adalah tubuh menjadi lemas.
Terkadang beberapa pengalaman menyebutkan para pendaki berhalusinasi melihat sesuatu misalnya bayangan atau lapangan luas. Faktanya secara medis, bisa dikarenakan si pendaki kurang cairan (dehidrasi) atau kekurangan glukosa sehingga menjadi kurang focus.

Beberapa tips yang dibagi oleh dr. Ridho untuk kita yang ingin naik gunung adalah memastikan kesehatan fisik dan mental dalam keadaan fit karena kondisi pada saat di atas dibutuhkan tubuh yang benar- benar fit. Usahakan untuk membawa obat-obatan pribadi, seperti parestamol dan obat asma. Usahakan juga untuk persiapan obat anti mual dan anti alergi yang tersedia apotek – apotek, hal ini adalah pencegahan jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, saya juga disuguhkan dengan video tentang alam oleh Mas Harley B Sastra, video alam dan orang utan. Betapa pentingnya keseimbangan ekosistem di dunia ini. Sebenarnya secara sadar ataupun tidak, orang utan adalah penyelamat kita, karena mereka menjaga ekosistem hutan hujan tropis. Betapa pentingnya menghargai alam sekitar kita, bukan untuk masa sekarang saja namun untuk diwariskan ke anak cucu nantinya di masa depan.
Gak kalah seru juga pada saat menyaksikan langsung pembuktian  mitos ular takut akan garam.
Hal ini dibuktikan langsung dengan demo oleh Mas Tyo Survival. Beliau membawa ular piton kemudian disekeliling ular tersebut ditaburi garam. Ternyata ular tersebut tidak takut dengan garam. Garam hanya untuk binatang yang berlendir sedangkan ular bukan hewan berlendir tetapi hewan bersisik.  
 

Satu lagi yang tidak kalah seru dalam acara ini adalah mendengar kesaksian Mba Siti Maryam( dibantu oleh Om Edi ) yang menjadi survivor di Rinjani. Mendengar cerita beliau ada rasa kagum yang luar biasa karena beliau bisa mengontrol pikiran dan mentalnya untuk terus menjadi survivor dan menemukan jalan pulang. Membayangkan untuk tidur semalaman di hutan yang gelap tanpa perlengkapan apapun rasanya sudah tidak bisa dibayangkan. Pesan dari Mba Siti Maryam untuk pendaki terutama pemula, “Kalau melakukan pendakian, jangan pisah dari rombongan dan paling tidak ada teman satu di dekat kita jadi ada yang kasih info kalau kita sedang berada di jalur di luar track pendakian”.

Rasanya banyak ilmu baru yang saya rasakan setelah join di acara ini, tapi ternyata bukan hanya ilmu saja yang dibagikan. Setelah selesai acara, peserta mendapatkan goodie bag dari RS FIRDAUS.  Kebetulan saya mendapatkan Silicone Folding Bottle nya Dhaulagiri. Warnanya kece nih, Pas banget buat keperluan pendakian. 
Salah satu isi goodie bag, persembahan dari RS Firdaus dan Dhaulagiri

Demikian sedikit ulasan saya tentang acara yang diadakan klub buku dan blogger bersama RS FIRDAUS. Semoga yang tidak hadir dalam acara ini pun bisa mendapat ilmunya dari tulisan ini.

Salam!
FA




Sabtu, 12 Agustus 2017

Nulis Suka Suka

Hallo Semua...
Perkenalkan aku blogger baru nih... (Gak perlu kali ya pake nama segala, apalah arti sebuah nama... :) )
That's my first experiment to write something in Blog, sharing my writing to all people feeling weird sih... But Anyway... Mohon maaf banget kalo tulisannya random banget gini, dari judulnya juga Nulis suka -suka sih... hehe..

Sebenarnya dari dulu emang udah ada niat buat blog, cuma waktunya buat bikin bikin beginian belum ada (dan sepertinya hanya sebatas niat, hehe). Eh, akhirnya aku ikut komunitas di salah satu kota jakarta. Dan akhirnya berfikir kayaknya seru juga ni nge-blog. Mau nulis apaan juga gak tau di blog pertama ini. Anggap aja lebih ke tulisan asal-asalan atau iseng - iseng aja lah. Aku gak nulis sesuai EYD dan bahasa yang formal. Paragraf yang dipake juga entahlah apa namanya. Buat bloger-bloger senior mohon arahannya untuk newbie ini yah. 🙆

Mungkin bisa dibilang bikin blog sekalian menyalurkan hobi nulis yang setengah-setengah. Mungkin karena niatnya kurang setroong nih. Kebetulan juga sebagai anak rantau, yang jauh dari keluarga dan gak punya tv (haha...) laptop dan gadget lah yang menjadi temanku sehari - hari. Tiap hari yang dipantengin kebanyakan cuma sosial media. Bosen liat fb, ganti Instagram, bosen lagi liat path terus pas bosen juga buka fb lagi, gitu aja mulu sampe gak kelar- kelar. Biasanya juga kalo baca -baca blog orang paling yaa tips-tips gitu. Dan itu tuh sangat membantu banget informasinya.

Contohnya waktu itu aku baru mau ke bromo , kan waktu itu belum pernah ke bromo, jadi search di google apa aja yang perlu disiapin waktu disana. Ternyata tips yang aku baca dari blog seseorang itu (aku lupa sumbernya sih) sangat-sangat bermanfaat. Awalnya mikirnya gak perlu bawa - bawa sarung tangan sama kacamata item karena aku rasa dinginnya gak terlalu dingin banget soalnya kan gak kayak naik gunung beneran eh taunya jam 1 naik jeep malem-malem itu dingin banget cuy. Untung sempet beli itu sarung tangan. Begitu juga sama kaca mata item, aku kira itu cuma buat menahan silaunya sinar matahari tapi ternyata buat pelindung mata dari debu juga karena rata-rata disana kontur tanahnya pasir.





btw, aku yang belakang


Oke anyway, aku berterima kasih buat orang - orang yang suka baca dan mau membagi info dan ilmunya lewat blog ya. Sadar gak sadar kalian itu menebar manfaat bagi yang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain. Aku bersyukur banget kalo nantinya tulisan -tulisanku nanti bisa memberikan manfaat buat orang yang baca. 
Aaah... sudahlah ya percobaan nulis dan perkenalan di blog baru ini, daripada nanti semakin random. Mungkin nanti ke depannya tulisan aku udah lebih bisa kayak bloger -bloger yang lainnya,yang bener - bener blog dah.... 😺

Makasih kalau ada yang udah mau baca sampe abis... Masukan dan sarannya boleh ya di komentar, tiada kesan tanpa komentar anda loh...hehe....  Mau banget belajar lagi nih. Sekian perkenalannya.

CEGAH KERUGIAN DENGAN ASURANSI KENDARAAN

S eiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia yang berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah kendaraan,...