Kamis, 16 Agustus 2018

We Talk About Passion!

Hi All,

It is so long i don't write something in my head. Actually so much stories that i wanna share to you guys. There're so much obstacles not to make me write it down. The biggest factor is "Laziness". Today is 17 of august 2018 means it is independence day for Our beloved country INDONESIA, but sometimes i ever thought what have i give to my INDONESIA? In my 20s, i just focus to my own target and aim of my life, although sometimes about my family also. But about country, it was seldom :( . When i was school, my own aim of life is just passed the test that my teacher is given to me,that's it. I', just serious to study about what they gave. But in 20s, it's such complicated, Life is not about success in Academy but it is more comprehensive. I should think about what i want to be, what is my passion, what is my favorite, what's partner i choose to live with me in my whole life, what's next... next...next.....

Source : Google

Maybe 5 years ago, i'm so shy and coward. I never go to public place alone, i was feeling insecure if i did it alone. But, my experience to move to other city and live alone in that city has change my mind and my fear. In that situation, i should fix my problem by my self. For small example, if i don't go to out to buy my lunch, i would be hunger. Okay, that's fine nowadays you can order online from that application, but my financial will be collapse, Hahaha Actually i'm not free financial yet guys.But, from that moment i learned so much things that i never get in my school. yeah such a lesson learning of life. i like read people's blog how to define my own life because sometimes that question is often appear in my head lately. They advice me to do what i never did. Then, i reckless to try hike to Merbabu Mountain. Something for me that i never thought i want to go there. You know, you just not only got beautiful scenery but also you got life's philosophy by your own version. it is really true that "people's writing" that 'go to the place that you never visit before than you will get what you never get before'. And i think i feel it, i got something that i can't get only by this travel. Basically, you travel in nature or just in city you will have something new. For me, when i did city tour to modern city than my hometown, i'm motivated to learn how could i built that technology to my country. But when i travel in nature, i feel blessed and grateful to Allah for that's kind scenery.

For me, i believe that passion is able to formed by environment but your nature passion from your self is never disappear. According to me, i can look for my passion by traveling to other place with strangers. 

Source : Google



Regards,
-FA-






Sabtu, 17 Maret 2018

Something in My Head

Hi There,

It’s me, welcome to my writing. Now I wanna talk about something in my head, fear to make solo travel. What’s fearless? Have you ever been fear? and Aren’t you wanting be fearless in this life? I know everyone in this world surely having dreams. And sometimes to reach that goal you face obstacles, so if you are fearless about those obstacles you’re easy being the winner.
My Homework to my life is “how to be fearless”. I just want do something new without a fear. Actually, fear is 80% never happen but my brain is suggested that fear, so that’s why it could stop our next step.

As  a milenials generation, we surely face that fear because we have a big changes and challenge in this age. For twenty – somethings is facing changes from being young adult to full-fledges professional. The question is “Are you ready to face that changes?” so many fear that we face, for example we fear to graduate from school / university, we fear to have first job, we fear to having commit relationship, we fear travel solo, we are afraid to begin business , and so on.

How can we be fearless instead of fearful? Like I told you before that fearful is just your mind, no more. I also sometimes go through to be fearful. I just wanna share you something, then I’m fear to travel solo because my parents always remind me that in other city, other area is insecure so I should to be careful. But may be you can call me as a rebel daughter because I didn’t listen my parents’ advice, I was still travel solo. You know, first all of I feel insecure, yes it was scary but after first few minutes you feel more than more feel. excitement, awe, freedom and independence to name some.  everything was going fun. I like make my own philosophy every event that I have, solo traveling is like you’re travel in your life. What’s your own goal in life? Me? To be happy, this is my own Goal life every second, every hour and every time.

Let’s be honest, every body need to do this you can feel the sensation travel solo. and we are from the different background, right? so you surely have your own version. When you travel alone, you can organize your schedule and direction you want visit and no one can’t buddy. Never feel alone while you’re solo travel because you can make chit chat to stranger, and I think it was fun having a new friend . I’m actually introvert type of person, I’m shy and I don’t like being in crowded people. But once I did it, my perception about life is suddenly changing. Life is a full chance, full of opportunities, full of something to learn.


A road to trip alone is giving you freedom than ever!

-FA-
Traveling is like the way you enjoy your life journey

Kamis, 15 Februari 2018

GAK NEKAT GAK BERANGKAT


Hallo Semua,
Udah lama banget aku gak nulis di blog, mungkin ini tulisan pertama di tahun 2018.
Btw, aku mau cerita  pengalaman pertamaku mendaki gunung guys. Padahal sedikitpun aku gak punya basic mapala , panjat tebing atau yang berhubungan dengan itu. Kalian juga pasti tau kan persiapan naik gunung itu gak simple, mental dan yang paling penting fisik, at least kalian harus rajin olah raga supaya fisiknya udah terbiasa selama perjalanan yang cukup lama dengan membawa carrier atau kalo bahasa awamnya ransel sih ya.

Okeh, ini dimulai dengan resolusi dan kebosanan akan rutinitas yang aku alami. Mulai dari kerjaan dan sesuatu yang membuat aku berpikir "i need to try something new nih , yang gak pernah aku lakuin seumur hidup".  Selama 1 tahun aku diberi kesempatan untuk merantau, means buat aku masa ini adalah masa yang seru karena aku bisa melakukan hal-hal baru yang mungkin dulunya gak diijinkan oleh orang tua selama aku tinggal di rumah. Masa dimana aku harus belajar gak minta uang sepeserpun even pada saat tertentu "i need money a lot" . Aku harus mengatur keuangan, mulai dari untuk makan, jalan-jalan, hang out dan belanja bulanan atau belanja hal yang  gak penting-penting banget sih. hehe

Awal tahun 2018, ini adalah ending masa merantauku. Artinya aku sudah harus kembali dengan segala peraturan yang ada di rumah orang tua. Walaupun, sebenernya  nikmat berkumpul dengan keluarga tercinta  gak  bisa dibeli dengan  uang. Akhirnya ada ajakan instant dari salah satu teman untuk naik gunung Merbabu. Pertama terlintas dalam benak aku adalah "wow... Merbabu men... aku emang pengen banget sih naik gunung tapi ya gak merbabu juga... haha". 
Setelah  berdiskusi sama seseorang yang telah berhasil meracuni untuk nanjak akhirnya aku memutuskan untuk berangkat dan dia banyak membantu aku untuk minjemin carrier , sleeping bag dan even sepatu (sayang ukurannya gak sama sih).  Karena aku gak punya modal apa-apa buat naik gunung, akhirnya secara  instant juga belanja perlengkapan nanjak. And the day was coming!

Akhirnya aku dan beberapa teman berangkat menuju Boyolali, dan kami akan mendaki via jalur selo. Jalur yang cukup panjang namun aman buat pemula. Orang rata-rata mungkin bisa summit 7 jam, tapi kami (karena ada aku kali yah) summit hampir 10-11 jam. Kalo kata salah satu temen istilahnya "2 tak (dua langkah geletak)" 😂

Yang mau aku sharing disini sebenernya bukan alur atau kronologis aku bisa sampai ke puncak atau perjalanannya. Tapi aku emang banyak belajar dari pengalaman naik gunung pertama kali. Selama perjalanan Semangat kita diuji, awalnya sih agak underestimate dalam hati kalau naik gunung itu yah tinggal jalan doang dan kalau gak kuat istirahat sebentar terus lanjut lagi. Ternyata enggak, justru filosofi untuk kehidupannya dapet banget. Semangat kita bener-bener diuji pada saat naik gunung. Aku sempat berpikir buat gak mau lanjut untuk summit, kenapa karena badan rasanya udah cape banget, Gejala flu udah mulai menunjukkan tanda-tanda di badan, ditambah udara gunung yang dingin banget terus harus ngebayangin kita harus nanjak dalam keadaan gelap dan dingin ngelewatin semak-semak a.k.a hutan. No, Rasanya aku bilang sama diri sendiri "aku sampe sini (sabana 1) aja gakpapa lah, toh juga tar fotonya cuma beda view doang. Nanjaknya kan aku udah tau rasanya dari base camp ke sini". Tapi ada satu kalimat yang bikin aku berubah pikiran , kalimat yang terlontar dari seorang teman "Ini kita udah diketinggian 2500 loh, tinggal 500 meter lagi puncak sayang kalo gak summit". Dan satu lagi kalimat dari temen lainnya nimpalin "Lu mau foto di plang 3142 mdpl nya kan? yang penting ke merbabu foto itu kan? Makanya ayoook summit!". Seketika energy positif langsung ada dalam pikiran dan mentalku, And I Say "YES" to summit!

Pada saat 10 menit sebelum puncak, ternyata ada lagi ujian yang bikin mental maju mundur buat sampe ke puncak. Tiba-tiba cuaca berubah agak ekstrim mirip badai dan pikiranku langsung aneh-aneh deh. Secara baru pertama kali muncak dan tanpa izin dari orang tua (jangan ditiru kalau ini ya ), aku langsung mikirin keselamatan diri , bagaimanapun aku harus yakinin ke orang tua kalau nanti pulang aku baik-baik saja. Jadi sempet mau turun lagi karena mikir takutnya gak aman kalau mau lanjut. Cuma pikiran mental aku menguatkan kembali buat naik, "All is well, masa tinggal 10 menit lagi muncak mesti balik sih, kan sayang udah jalan kali almost 10 jam total dari bawah sampe disini".  Okay, Keep Going!

Sampai di puncak, walaupun kabut tetep aja rasa capeknya terbayarkan dengan pemandangan yang luar biasa indahnya. Pemandangan yang biasanya aku posting cuma ambil dari google , tapi sekarang bisa ambil fotonya langsung alias live man... it's a wow!
Perjalanan menuju puncak ternyata bukan final perjalanan men, kalian harus extra nyiapin tenaga buat turun terutama lutut kalian, gilaaa... aku kira tinggal turunan doang mah gampang. Ternyata itu bikin aku jalan udah kayak lansia.Track yang paling enak kalo turunan yaa bisa main perosotan efek paling celana kotor sm sepatu tapi gak terlalu capek, Dibanding mesti nahan semua beban ke lutut, efeknya gak cuma pas turun men, 3 hari masih berasa cuy. Haha

So, dari perjalanan aku sampe ke puncak pelajaran sangat berasa banget adalah kekuatan mental dan niat. Kalau niat kita gak kuat untuk mencapai tujuan / goal hidup kita, kita bisa belum tentu bisa sampai pada tujuan kita itu. Terus, Just Enjoy your journey aja sih. Pelan-pelan sampe ke tujuan / goal tersebut asal tetep sampe, selama perjalanan / proses hidup dinikmati karena banyak hal - hal yang sebenernya bisa kita nikmati asal kita gak cuma fokus sama hasil akhirnya. Yang ketiga, Gak usah peduliin  orang lain udah mencapai tujuannya tapi kita masih di bawah banget. Selow bro, asal kita konsisten berjalan ke arah tujuan / goal kita itu pasti InsyaAllah sampe juga sama tujuan itu kok.
Yang keempat, Kesehatan itu penting, at least olah raga 10 menit setiap hari bisa membuat kita fun dan menunjang kita untuk tetep semangat berlari ke arah goal kita. Dan the last but not least, Ternyata selama naik gunung kita tahu karakter banyak orang. Mulai dari yang rajin, mau bantuin orang, egois, songong dan lain-lain. Pelajarannya disitu adalah kita harus bisa menempatkan diri dengan perbedaan karakter yang ada. Karena kita hidup dikeberagaman, perbedaan adalah rahmat.

Okay, mungkin itu sharing singkat aku ya guys, semoga bisa meracuni yang belum pernah naik gunung untuk mencobanya. Hahaha.. In your life, you should try one thing that you never try before!
After naik gunung, mungkin kepikiran buat nyobain Paralayang, Sky diving atau bungee jumping. Ah sudahlah, semoga ada kesempatan. Kalo pernah denger, katanya naik gunung itu nagih. Aku setuju. Yang jelas, kalo mau naik gunung safety first ya guys. Liat juga kondisi cuaca terapdetnya.
Aku harap tulisan cukup bisa menjadi racun buat kalian yang masih takut naik gunung. Kalo aku aja bisa 3142 mdpl pertama apalagi kalian guys. 

Salam Lestari!
-FA-

Merbabu, Aku Rindu




                                                     

CEGAH KERUGIAN DENGAN ASURANSI KENDARAAN

S eiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia yang berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah kendaraan,...