Hallo Semua..
Akhir - akhir ini kan lagi santer
trendnya buat travelling, biasanya hunting foto - foto kece jadi salah satu
alasan para traveller untuk melakukan pendakian.
Di sebuah acara klub buku dan
blogger Backpacker Jakarta yang bekerja sama dengan RS Firdaus yang saya ikuti tanggal 20 Agustus 2017 kemarin tepatnya
di Casapatsong's Kitchen, diadakan diskusi santai yang akan membahas tentang
mitos dan juga fakta pendakian. Kali ini bersama RS Firdaus akan membahas hal
ini dari sisi medis.
Acara ini dimoderatori oleh Mba Nisa
(Marketing Manager RS Firdaus). Yang menjadi speaker di acara ini antara lain
-
dr.
Ridho Adriansyah (Beliau adalah spesialis penyakit dalam RS Firdaus),
- Harley
B Sastra (Penggiat Alam, Penulis, dan Pemerhati Konservasi Alam dari Federasi
Mountaineering Indonesia)
-
Tyo
Survival (Eks Host Survival, Jejak Petualang, dan Co Host Berburu di Trans 7)
-
Siti
Maryam (Survivor 4 hari 3 malam di Rinjani)
-
Edi M
Yamin (Foauder Backpacker Jakarta)
Guys, selain diskusi, pada awal acara kita juga difasilitasi untuk
melakukan cek golongan dan kadar gula
secara gratis loh oleh RS Firdaus.
Sebelumnya kita kenalan dulu nih saya RS
Firdaus yang kece banget kasih penjelasan panjang lebar tentang topik ini.
Asal mula didirikannya RS
Firdaus ini bermula dari tempat praktek dokter umum (dr. Bahtiar Husain) tahun
1995 yang beralamat di Jl Siak No 14 Sukapura, Jakarta Utara. Karena peminat
klinik ini semakin banyak akhirnya dr. Bahtiar Husain mengajak rekan - rekan
dokternya untuk membuka “KLINIK FIRDAUS” pada tanggal 7 April 1998. Dari
dulu, terbukti bahwa RS Firdaus sudah melayani sepenuh hati dengan membuka
jasa pelayanan 24 jam.
Seiring dengan berjalannya waktu, pasien
terbanyak yang datang berobat di klinik ini adalah pasien PARU, dimana
spesifikasi penyakit yang datang seperti infeksi saluran nafas atas, TBC paru,
pneumonia, penyakit paru obstruksi khronik, asma dan kanker paru. Oleh karena
itu, arah pengembangan Klinik Firdaus ini lebih kearah pelayanan paru. Kemudian
karena tuntutan dari pasien yang banyak, dr Bahtiar Husein ditugaskan untuk
melanjutkan pendidikan spesialiasinya di
bidang paru di fakultas kedokteran Indonesia. Akhirnya dengan perjuangan yang
tidak mudah, RS FIRDAUS di launching pada 28 Mei 2011.
Visi dan Misi RS FIRDAUS
Visi :
Menjadikan tempat rujukan
pernafasan di Jakarta
Misi :
- Memberikan
pelayanan secara professional sesuai dengan standard Akreditasi Nasional.
- Menyediakan
fasilitas pelayanan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.
- Menyediakan
fasilitas layanan unggulan yang mampu berfungsi sebagai pusat rujukan di Jakarta
dalam bidang pelayanan respiratorydan pendukungnya
- Menggalang
kemitraan regional dan internasional dengan industri kesehatan lainnyauntuk
mengembangkan pelayanan sesuai perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran.
Tekad RS FIRDAUS adalah mewujudkan Rumah
Sakit Unggulan paru dengan segmen pasar lebih ke lapisan masyarakat bawah dan
berfokus pada Pelayanan Terbaik BPJS. Dan juga mengedepankan “
Profesionalisme yang berjiwa pengabdian”.
Deskripsi di atas semoga bisa memberikan
gambaran tentang RS Firdaus ya, jika ingin tahu lebih banyak tentang RS Firdaus
bisa klik kesini https://rsfirdaus.wordpress.com yah.
Base on dr. Ridho Adriansyah, kadang –
kadang ada beberapa mitos yang sering berkembang di kalangan masyarakat pada
saat naik gunung, berikut adalah penjelasan beliau dari sisi medis.
Pada saat naik gunung penderita hypothermia
sering dikira kesurupan. Padahal dari sisi medis, suhu dingin yang kadang ekstrim
tidak bisa beradaptasi dengan semua manusia. Akibatnya kadang para pendaki bisa
terkena hypothermia pada saat pendakian.
Wanita tidak disarankan naik gunung pada
saat haid. Dari sisi medis, pendakian sampai dengan ketinggian 3500 mdpl
menyebabkan atmosfer tipis dan oksigen otomatis berkurang. Pada saat sedang
haid, darah haid menyebabkan penurunan Hb pada tubuh wanita sehingga untuk
mengikat oksigen didataran tinggi dibutuhkan Hb yang lebih banyak. Oleh karena
itu, gejala yang timbul adalah tubuh menjadi lemas.
Terkadang beberapa pengalaman menyebutkan
para pendaki berhalusinasi melihat sesuatu misalnya bayangan atau lapangan
luas. Faktanya secara medis, bisa dikarenakan si pendaki kurang cairan
(dehidrasi) atau kekurangan glukosa sehingga menjadi kurang focus.
Beberapa tips yang dibagi oleh dr. Ridho
untuk kita yang ingin naik gunung adalah memastikan kesehatan fisik dan mental
dalam keadaan fit karena kondisi pada saat di atas dibutuhkan tubuh yang benar-
benar fit. Usahakan untuk membawa obat-obatan pribadi, seperti parestamol dan obat
asma. Usahakan juga untuk persiapan obat anti mual dan anti alergi yang
tersedia apotek – apotek, hal ini adalah pencegahan jika terjadi hal – hal yang
tidak diinginkan.
Selain itu, saya juga disuguhkan dengan
video tentang alam oleh Mas Harley B Sastra, video alam dan orang utan. Betapa
pentingnya keseimbangan ekosistem di dunia ini. Sebenarnya secara sadar ataupun
tidak, orang utan adalah penyelamat kita, karena mereka menjaga ekosistem hutan
hujan tropis. Betapa pentingnya menghargai alam sekitar kita, bukan untuk masa
sekarang saja namun untuk diwariskan ke anak cucu nantinya di masa depan.
Hal ini dibuktikan langsung dengan demo
oleh Mas Tyo Survival. Beliau membawa ular piton kemudian disekeliling ular
tersebut ditaburi garam. Ternyata ular tersebut tidak takut dengan garam. Garam
hanya untuk binatang yang berlendir sedangkan ular bukan hewan berlendir tetapi hewan bersisik.
Satu lagi yang tidak kalah seru dalam
acara ini adalah mendengar kesaksian Mba Siti Maryam( dibantu oleh Om Edi )
yang menjadi survivor di Rinjani. Mendengar cerita beliau ada rasa kagum yang
luar biasa karena beliau bisa mengontrol pikiran dan mentalnya untuk terus
menjadi survivor dan menemukan jalan pulang. Membayangkan untuk tidur semalaman
di hutan yang gelap tanpa perlengkapan apapun rasanya sudah tidak bisa
dibayangkan. Pesan dari Mba Siti Maryam untuk pendaki terutama pemula, “Kalau
melakukan pendakian, jangan pisah dari rombongan dan paling tidak ada teman satu
di dekat kita jadi ada yang kasih info kalau kita sedang berada di jalur di
luar track pendakian”.
Rasanya banyak ilmu baru yang saya rasakan
setelah join di acara ini, tapi ternyata bukan hanya ilmu saja yang dibagikan.
Setelah selesai acara, peserta mendapatkan goodie bag dari RS FIRDAUS. Kebetulan saya mendapatkan Silicone Folding
Bottle nya Dhaulagiri. Warnanya kece nih, Pas banget buat keperluan
pendakian.
![]() |
| Salah satu isi goodie bag, persembahan dari RS Firdaus dan Dhaulagiri |
Demikian sedikit ulasan saya tentang acara yang diadakan klub buku dan blogger bersama RS FIRDAUS. Semoga yang tidak hadir dalam acara ini pun bisa mendapat ilmunya dari tulisan ini.
Salam!
FA




